PERAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN

Abstract

Jabatan Fungsional Perekayasa sebagai salah satu Jabatan Fungsional di Indonesia merupakan salah satu pekerja intelektual dan menjadi media pengembangan karir AparaturSipil Negara (ASN) yang diarahkan menjadi sumberdaya profesional. Keberadaan Jabatan Fungsional Perekayasa diarahkan menjadi mesin pengembangan dan inovasi bidang pendidikan di mana Perekayasa tersebut berkedudukan. Kajian ini mencoba untuk menganalisis keberadaan pemangku Jabatan Fungsional Perekayasa di bidang pendidikan, dalam rangka pengembangan karir ASN dan pengembangan inovasi pendidikan khususnya di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hasil kajian menyimpulkan bahwa ada tujuh poin evaluasi terhadap Jabatan Fungsional Perekayasa di lingkungan Kemendikbud, yaitu: pertama, kegiatan dan sistem kerja perekayasa masih berorientasi pada proses dan bukan hasil akhir/produk; kedua, kompetensi setiap jenjang jabatan belum tergradasi dengan baik salah satunya belum ada sistem kepakaran atau keahlian perekayasa layaknya jabatan fungsional lain seperti peneliti; ketiga, uji kompetensi belum menjadi syarat dalam pengangkatan ataupun kenaikan jenjang jabatan; keempat, kesulitan pengambil kebijakan dalam memahami bidang dan proses bekerja perekayasa di lingkungan Kemendikbud; kelima, Instansi Pembina belum sepenuhnya melaksanakan evaluasi dalam pembinaan Jabatan Fungsional Perekayasa di Kemendikbud; keenam, Peta kebutuhan Perekayasa yang tidak memberikan potensi regenerasi Perekayasa; dan ketujuh, hasil kerja perekayasa yang belum menunjukan inovasi berarti bidang pendidikan. Kata kunci: Perekayasa, Pengembangan Karir, ASN, Profesional

Download PDF