PENGEMBANGAN KARIER JABATAN FUNGSIONAL JAKSA

Abstract

Pengembangan karier merupakan salah satu hal yang penting dalam program pengembangan pegawai. Terhambatnya pengembangan karir pegawai tentu akan berdampak pada kepuasan kerja, motivasi dan pada akhirnya kinerja mereka. Dalam pengembangan karier seorang jaksa ternyata terdapat suatu permasalahan yaitu mengenai promosi/kenaikan pangkat. Tulisan ini mengungkapkan adanya suatu batasan mengenai pegawai yang menduduki jabatan rangkap sebagai pejabat struktural dan juga fungsional jaksa dalam hal promosi/kenaikan pangkatnya, dimana untuk kenaikan pangkatnya selain tetap harus mengikuti aturan mengenai kenaikan pangkat pilihannya dan juga pengumpulan angka kreditnya seperti fungsional jaksa. Sehingga jaksa yang merangkap jabatan tersebut juga diwajibkan untuk mengumpulkan angka kredit selain persyaratan lain yang digunakan dalam menduduki suatu jabatan struktural. Di samping itu apabila seorang jaksa yang telah memenuhi angka kredit yang cukup dan juga lulus assesment kompetensi di suatu jabatan struktural misal eselon III namun belum pernah menduduki jabatan struktural eselon IV, maka pegawai tersebut tidak dapat menduduki jabatan sebagai eselon III karena dianggap tidak pernah memiliki pengalaman sebagai eselon IV. Oleh karena itu pegawai yang menduduki jabatan struktural diwajibkan untuk menduduki jabatan secara berjenjang. Kata kunci: promosi, pengembangan karir jaksa, asesmen kompetensi

Download PDF