MENGURAI HAMBATAN RELASI STRUKTURAL MEMBANGUN KOMPETENSI BIROKRASI

Abstract

Tulisan ini hendak membangun argumen bahwa kegagalan birokrasi yang beranjak dari kemampuan pelayanan rutin menuju kemampuan berinovasi bukan sekedar persoalan logika teknokratis. Lebih dalam dari itu adalah mengurai kerumitan relasi struktural di internal birokrasi itu sendiri. Trend naiknya dana perimbangan, belanja birokrasi, penerimaan pegawai, kenaikan gaji tidak cukup membuat birokrasi itu efektif dan kompeten. Kerumitan relasi struktural sangat berpengaruh karena birokrasi masih mencerminkan perspektif hierarkial intra-organisasional. Hal ini terlihat dari aspek semrawutnya lalulintas kewenangan antar instansi (single task many institutions) dan fragmentasi otoritas. Jika hendak menjadi birokrasi yang ramping, cerdas dan kuat maka harus dibangun perspektif jaringan interorganisasional. Model relasi ini mensyaratkan pentingnya merampingkan struktur sambil memperluas ruang lingkup kerja (single institution many tasks), mengutamakan leadership dan menyediakan insentif bagi pemerintah daerah–baik secara personal maupun kelembagaan–untuk melakukan inovasi pelayanan publik. Kata Kunci: kompetensi birokrasi, relasi hierarkial intra organisasional, relasi jaringan interorganisasional.

Download PDF